:::: MENU ::::
  • Konsultan IT Berpengalaman

  • Design Grafis - Aplikasi Android - Aplikasi Web dalam 1 Order

  • Jasa Presentasi Profesional

Friday, February 14, 2014

Mozilla berupaya mendapatkan pemasukan lebih dari browser-nya, Firefox. Selama ini, pemasukan Firefox sebagian besar berasal dari Google.

Dengan semakin menyusutnya pangsa pasar Firefox, Mozilla berupaya mencari pendapatan dari sumber lain, salah satunya adalah memasang iklan sendiri. Dalam blog resminya, Mozilla mengungkapkan rencananya untuk menampilkan iklan di tab Firefox.

Iklan tersebut nantinya akan dimunculkan oleh Mozilla saat pengguna membuka tab baru, mirip dengan fitur Speed Dial yang menampilkan tampilan situs web yang sering diakses. Bedanya kali ini yang ditampilkan adalah iklan.

Pemasang iklan nantinya bisa membeli slot yang tadinya ditempati oleh tile milik situs yang sering dikunjungi tersebut. Firefox menyebutnya dengan istilash "sponsored tiles," dan memberi label yang jelas bahwa tile tersebut adalah berupa pariwara.

Cara yang ditempuh oleh Mozilla untuk Firefox ini mungkin baru berupa langkah awal saja. Dikutip dari Techcrunch, kemungkinan di masa depan pengguna Firefox hanya disuguhi iklan, tanpa daftar situs favorit.

Hingga kini, pendapatan Firefox baru berasal dari iklan Google. Sebelumnya, Google dan Firefox sepakat untuk menjadikan Google Search sebagai mesin pencari default dalam browser berlambang rubah tersebut.

Keduanya juga diketahui saling berbagi keuntungan melalui iklan Google AdWords.
Langkah Mozilla tersebut bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya pada Firefox selama ini. Sebelumnya, Mozilla membuat fitur agar kegiatan yang dilakukan pengguna dengan browser-nya tidak bisa diendus mesin pencari iklan atau targeted ads.

Namun kini, Firefox mau tak mau harus berdamai dengan pengiklan. Dalam postingan blog-nya, belum jelas kapan Mozilla akan mulai memperkenalkan promoted tiles dalam tab-nya.
Sumber: Tech Crunch

0 komentar:

Post a Comment

Rencanakan dan Wujudkan melalui kreatifitas Kami Hubungi Kami