:::: MENU ::::
  • Konsultan IT Berpengalaman

  • Design Grafis - Aplikasi Android - Aplikasi Web dalam 1 Order

  • Jasa Presentasi Profesional

Sunday, May 14, 2017

Bocornya hacking tools atau software yang di gunakan oleh NSA oleh kelompok peretas Shadow Brokers beberapa waktu ternyata membawa dampak yang sanga mengerikan bagi dunia komputer. Saat ini di tengarai telah beredar ancaman penyanderaan data-data penting terhadap komputer terutama komputer dengan sistem operasi Windows atau yang lebih di kenal dengan serangan Ransomeware attack.

Indonesia Darurat Ransomeware, Pemerintah Himbau Masyarakat Untuk Amankan Data Mereka.

Di beri nama WannaCry, Ransomeware ini nyatanya akan benar-benar membuat korbannya menangis jika komputer mereka terinfeksi. Bagaimana tidak malware yang menyerang komputer target ini akan mengunci seluruh data file milik anda seingga tidak bisa di buka sama sekali sebelum anda membayar tebusan kurang lebih $300.Alfons Tanujaya, praktisi keamanan internet dari Vaksincom menjelaskan jika Virus Ransomeware ini merupakan jenis virus malware komputer yang berkembang paling cepat dan sakti di banding ransomware lainya yang sudah beredar lebih dahulu. Buktinya, hanya dalam kurun waktu dua hari, virus ini telah menyebar secara masif ke 99 negara di seluruh dunia.

Indonesia sendiri ternyata tak luput dari target penyebaran serangan malware tersebut. Saat ini sudah ada dua korban dari lembaga kesehatan yang mengaku telah menjadi korban serangan WannaCry. Di lansir dari detikcom (13/05/2017) RS Dharmais dan RS Kanker Harapan di kabarkan telah manjadi korbannya. Komputer mereka yang menangani sistem nomer antrian pasien di kabarkan telah di sandera oleh Ransomeware ini.

Menananggapi insiden tersebut, Pemerintah melaluin Kementrian Komunikasi Dan Informatika bekerja sama dengan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (ID-SIRTII) langsung bergerak dengan melakukan koordinasi untuk menanggulangi serangan teroris siber tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda jika sistem komputer milik kedua Rumah Sakit yang terinfeksi malware ini akan segera pulih.

Untuk saat ini Kominfo menghimbau untuk para pengguna komputer di Indonesia untuk meningkatkan kehati-hatian mereka dalam menggunakan komputer mereka saat berinteraksi dengan dunia maya melalui koneksi internet. Di sarankan untuk segera membackup seluruh data penting milik anda ke layanan cloud atau untuk sementara memindahkan ke hardisk external atau penyimpanan di luar sistem komputer hingga keadaan kembali normal.

0 komentar:

Post a Comment

Rencanakan dan Wujudkan melalui kreatifitas Kami Hubungi Kami